Sabtu, 2 Mei 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Hijau KitaHijau Kita
Hijau Kita - Your source for the latest articles and insights
Beranda 5 Kesalahan 5 Kesalahan Dirut Terra Drone Jadi Tersangka Kebak...
5 Kesalahan

5 Kesalahan Dirut Terra Drone Jadi Tersangka Kebakaran

Cilegon – 5 Kesalahan Dirut Terra Drone Aldi Wijaya, kini menjadi tersangka dalam kasus kebakaran yang terjadi di kawasan industri Jakarta Utara

5 Kesalahan Dirut Terra Drone Jadi Tersangka Kebakaran

Cilegon – 5 Kesalahan Dirut Terra Drone Aldi Wijaya, kini menjadi tersangka dalam kasus kebakaran yang terjadi di kawasan industri Jakarta Utara pada bulan November 2025. Kebakaran hebat yang melanda pabrik dan gudang penyimpanan bahan bakar milik perusahaan drone ini memicu kerugian material yang sangat besar dan menelan korban jiwa.

5 Kesalahan Dirut Kasus ini semakin menyoroti pentingnya tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan industri yang dapat berisiko tinggi terhadap kebakaran, ledakan, dan kecelakaan lainnya. Berikut ini adalah beberapa kesalahan fatal yang dilakukan oleh Aldi Wijaya dan Terra Drone yang akhirnya membawa perusahaan ini ke ranah hukum.

1. Pengabaian Terhadap Prosedur Keamanan yang Berlaku

<yoastmark class=

Baca Juga :  Pemkot Cilegon Berkomitmen Jalin Kolaborasi Erat dengan Ulama

“Ini adalah pelanggaran serius. Seharusnya, perusahaan memiliki sistem pengamanan yang baik, terutama di area yang berhubungan dengan bahan bakar dan bahan kimia.

2. Tidak Memiliki Sistem Deteksi dan Pemadam Kebakaran yang Memadai

Pada titik ini, penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa sistem deteksi kebakaran yang ada di pabrik dan gudang Terra Drone ternyata kadaluwarsa dan tidak berfungsi dengan baik. Alat pemadam kebakaran yang ada di lokasi tidak memadai, dan sistem alarm kebakaran tidak memberikan sinyal tepat waktu. Hal ini menyebabkan penanganan kebakaran yang terlambat, memperburuk kerusakan dan memperbesar dampak kebakaran.

Pada akhirnya, kebakaran yang mulai terlihat pada pukul 02:30 WIB pagi itu tidak langsung mendapat respons yang cepat dari pihak internal perusahaan, sehingga api dengan cepat menyebar dan melahap seluruh bagian pabrik.

 Tidak ada tindakan preventif yang cukup dari perusahaan untuk menghindari hal ini,” tambah Hendra Wijaya.

3. Pengabaian terhadap Standar Keamanan Karyawan

“Para pekerja yang ada di lokasi saat kebakaran terjadi sebagian besar tidak mengenakan alat pelindung diri yang memadai. Mereka bekerja tanpa perlindungan yang cukup, yang menyebabkan sejumlah besar pekerja menderita luka bakar serius akibat paparan asap dan api,” jelas Martha Sari, seorang ahli keselamatan kerja yang juga terlibat dalam investigasi.

Dalam kondisi seperti itu, tanggung jawab untuk memastikan perlindungan karyawan terhadap potensi bahaya menjadi hal yang mutlak.

4. Kegagalan dalam Mengidentifikasi Potensi Risiko Kebakaran

Perusahaan tersebut tidak pernah melakukan audit keamanan secara teratur atau melakukan analisis terhadap potensi bahaya yang ada di area produksi dan penyimpanan bahan bakar. Sebagai akibatnya, mereka tidak mengetahui dengan jelas area berisiko tinggi dan titik rawan kebakaran.

Menurut Ahmad Yani, seorang pakar manajemen risiko, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan industri berat harus melakukan identifikasi risiko kebakaran secara menyeluruh dan memperbarui prosedur keselamatan setiap tahun. “Salah satu kesalahan fatal perusahaan ini adalah tidak melakukan analisis risiko kebakaran secara berkala. Mereka tidak mengetahui titik rawan dan tidak memiliki strategi mitigasi yang efektif,” ujar Ahmad.

5. Kurangnya Tanggung Jawab Sosial dan Pengabaian Terhadap Dampak Lingkungan

Kebakaran besar ini tidak hanya merusak pabrik dan gudang, tetapi juga menyebarkan polusi udara dan debu berbahaya ke lingkungan sekitar. Tidak sedikit warga sekitar yang terpapar asap dan debu beracun, menyebabkan gangguan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan.

 Mereka tidak segera memberikan kompensasi atau bantuan medis kepada para korban dan masyarakat yang terdampak oleh polusi udara. Warga setempat mengungkapkan kekecewaannya karena perusahaan seakan tidak peduli terhadap keselamatan dan kesehatan mereka.

Penyelidikan Lanjutan dan Tuntutan Hukum

Aldi Wijaya, melalui kuasa hukumnya, menyatakan bahwa pihaknya akan kooperatif dalam menjalani proses hukum yang berlaku. “Kami sangat menyesal atas kejadian ini dan akan bekerja sama dengan pihak berwajib untuk memberikan klarifikasi dan memastikan tidak ada lagi kelalaian di masa depan,” ujar kuasa hukum Aldi Wijaya.

Tanggapan Publik dan Perusahaan di Masa Depan

Kebakaran yang melibatkan Terra Drone ini menjadi peringatan besar bagi perusahaan lainnya dalam mengelola risiko kebakaran dan memastikan keselamatan operasional. Banyak pihak menuntut agar perusahaan yang bergerak dalam industri berisiko tinggi seperti ini harus lebih bertanggung jawab dalam hal perencanaan keselamatan, pencegahan kebakaran, dan perlindungan terhadap karyawan serta masyarakat sekitar.

Hal ini penting agar peristiwa serupa tidak terulang, dan perusahaan dapat lebih memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa mereka berkomitmen pada tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Baca Juga: Speed Zone Bsfi

Tags: bahan bakar dan bahan kimia memperbesar dampak kebakaran pabrik dan gudang Terra Drone