Dede Rohana Putra Resmi Memimpin Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cilegon, Targetkan 9 Kursi di Pileg 2029
Majalah Cilegon – Politikus muda dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Banten (DPRD Banten), Dede Rohana Putra, secara resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Cilegon untuk periode 2025–2030. Penetapan tersebut dilakukan pada ajang Musyawarah Daerah (Musda) VI yang digelar secara virtual pada Sabtu, 8 November 2025.
Penunjukan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, selaku representatif Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN. Dalam sambutannya, Zulkifli memberikan amanah kepada Dede Rohana untuk memimpin konsolidasi partai di wilayah Kota Cilegon sekaligus mempersiapkan kontestasi Legislatif dan Pemilihan Umum mendatang.
Konsolidasi Kepengurusan, Mesin Partai Siap Digenjot
Usai ditunjuk, Dede Rohana menyatakan ucapan terima kasih kepada DPP atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. “Insya Allah kami akan segera melakukan konsolidasi, memperkuat kepengurusan yang ada, dan menambah kekuatan baru untuk menghadapi pemilu mendatang,” ujar Dede Rohana.
Salah satu langkah awal yang dicanangkan adalah penyusunan struktur kepengurusan baru, merangkul kader lama dan kader baru, serta memperluas jaringan hingga ke tingkat ranting partai. Dengan demikian, PAN Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Dede diharapkan bisa memiliki mesin partai yang aktif dan solid.
Target Ambisius: 9 Kursi di DPRD Kota Cilegon pada Pileg 2029
Tidak sekadar memimpin, Dede Rohana langsung memasang target yang cukup ambisius: memperoleh 9 kursi legislatif di DPRD Kota Cilegon pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 mendatang. “Kalau tidak ada perubahan daerah pemilihan (dapil), target paling rasional adalah 9 kursi. Itu realistis dan bisa dicapai dengan kerja keras seluruh kader,” tegas Dede.
Saat ini, PAN Kota Cilegon memiliki sekitar 6 kursi di DPRD Kota Cilegon, termasuk satu kursi pimpinan dewan. Untuk itu, upaya penguatan partai dipandang penting untuk menutup gap dan meraih target yang telah ditetapkan.
Tiga Pilar Strategi: Mobilisasi, Perluasan Jaringan, dan Kerja Nyata
Dalam menjalankan amanahnya, Dede Rohana menegaskan bahwa fokus pertama adalah mobilisasi internal, yakni mengaktifkan kembali kader‑kader yang ada dan merekrut energi baru. “PAN Cilegon harus menjadi partai yang kuat, kompak, dan dekat dengan masyarakat. Kami akan terus memperluas jaringan serta memperkuat mesin partai hingga ke tingkat ranting,” tambahnya.
Kedua, penguatan hubungan dengan masyarakat menjadi salah satu pilar utama. Dengan mendekatkan partai ke basis pemilih, Dede dan PAN Kota Cilegon berharap bisa mencerminkan aspirasi warga secara konkret dan memperoleh dukungan yang lebih besar.
Ketiga, hasil kerja nyata yang bisa dirasakan oleh masyarakat menjadi tolok ukur keberhasilan kepemimpinan baru ini. Dalam wawancaranya, Dede menyatakan bahwa “amanah yang diberikan DPP akan dijaga dengan kerja nyata dan hasil yang terukur.”
Dinamika Musda: Proses dan Atmosfer Demokratis
Musda VI PAN Kota Cilegon berlangsung dengan mekanisme yang dipandu langsung oleh DPP dan DPW PAN. Dari catatan, Musda tersebut diikuti oleh sepuluh kandidat yang mendaftar sebagai calon ketua, di antaranya petahana Alawi Mahmud, wakil ketua DPRD Kota Cilegon Masduki, dan lima anggota DPRD Kota Cilegon lainnya: Buhaiti Romli, Rahmatullah, Subari Asnawi, Ahmad Hafid, serta Sarbudin Sitorus.
Steering Committee (SC) Musda, Didi Iskandar, menyatakan bahwa proses pemilihan berjalan kondusif dan lancar, menghasilkan keputusan yang dianggap terbaik bagi PAN Kota Cilegon. “Kita berharap kepemimpinan Dede Rohana mampu menghadirkan perubahan dan semangat baru di tubuh PAN Cilegon,” ujarnya.
Tantangan ke Depan dan Harapan Kader
Meski target 9 kursi telah dipatok, Dede Rohana dan jajaran PAN Kota Cilegon menyadari bahwa jalan menuju pencapaian tersebut tidak mudah. Tantangan seperti kompetisi partai lain, dinamika masyarakat, perubahan dapil serta regulasi politik yang mungkin berubah, menjadi bagian dari faktor yang harus dihadapi.
Namun, optimisme tetap menyelimuti kepemimpinan baru ini. “Kami tidak melihat target ini sebagai angan‑angan, melainkan sebuah kalkulasi politik yang matang dan bisa dicapai dengan kerja keras,” kata Dede dalam satu kesempatan.
Para kader dan pengamat politik di Kota Cilegon akan menaruh perhatian pada langkah‑langkah konkret berikutnya, apakah PAN di bawah nakhoda baru benar‑benar mampu bergerak cepat, membangun citra kuat di masyarakat, dan merebut kepercayaan pemilih ampliatif.