Majalah Cilegon – Warga Kota Cilegon diimbau waspada terhadap penyebaran Campak Rubella (CR) yang kini menjadi ancaman serius bagi anak-anak. Data Dinas Kesehatan Kota Cilegon mencatat bahwa sejak September 2025, sebanyak 31 anak terinfeksi Campak Rubella, menyebar di beberapa kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Ratih Purnamasari, mengungkapkan peningkatan kasus Campak Rubella menjadi perhatian serius.
“Tercatat 31 kasus yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Cibeber, Jombang, Citangkil, dan Pulomerak, sejak September 2025,” ujar Ratih, Rabu (29/10/2025).
Anak Usia 1–9 Tahun Paling Rentan
Campak Rubella terutama menyerang anak-anak berusia 1 hingga 9 tahun. Menurut Ratih, kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan capaian imunisasi di beberapa wilayah yang harus segera ditangani. “Beberapa anak belum mendapatkan imunisasi lengkap, sehingga berisiko tinggi terinfeksi,” tambahnya.
Respon Pemerintah Kota Cilegon
Sebagai langkah pencegahan dan pengendalian, Pemerintah Kota Cilegon menargetkan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubella untuk 27.140 anak berusia 1–9 tahun. Program ini difokuskan di 8 kelurahan dari empat kecamatan terdampak.
Kelurahan yang menjadi fokus pelaksanaan ORI antara lain:
-
Cibeber
-
Kalitimbang
-
Karang Asem
-
Panggung Rawi
-
Warnasari
-
Lebak Denok
-
Samangraya
-
Suralaya
Program ORI ini bertujuan untuk memutus rantai penularan Campak Rubella, sekaligus memperkuat perlindungan anak-anak Cilegon.
Pentingnya Imunisasi Lengkap
Ratih menekankan bahwa imunisasi merupakan langkah utama mencegah penyebaran penyakit menular. Orang tua diimbau untuk memastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi lengkap, termasuk dosis lanjutan jika diperlukan.
“Peran aktif masyarakat sangat penting. Imunisasi tidak hanya melindungi anak sendiri, tetapi juga mencegah penularan ke anak-anak lain di sekitar,” jelas Ratih.
Selain ORI, Dinas Kesehatan juga meningkatkan pemantauan kasus, sosialisasi kesehatan, dan edukasi ke sekolah-sekolah agar semua pihak terlibat aktif dalam pencegahan penyebaran Campak Rubella.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kota Cilegon berharap angka kasus Campak Rubella dapat ditekan, sekaligus menjaga generasi muda tetap sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani tepat waktu.