Majalah Cilegon – Tumpukan Sampah Pasar Kranggot memicu keluhan warga dan pedagang karena menimbulkan bau menyengat serta mengganggu aktivitas jual beli. Kondisi tersebut terlihat di sejumlah sudut area pasar, terutama pada jam-jam sibuk setelah aktivitas bongkar muat barang.

Pasar Kranggot yang menjadi pusat perdagangan terbesar di Cilegon setiap hari menghasilkan volume sampah cukup tinggi. Pedagang sayur, ikan, dan kebutuhan pokok lainnya menyumbang limbah organik yang cepat membusuk jika petugas tidak segera mengangkutnya.
Baca Juga : Tumpukan Sampah di Pasar Kranggot Dikeluhkan Warga, Ini Kata Kadis DLH Cilegon
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan armada tambahan untuk mempercepat pengangkutan sampah. Ia mengakui peningkatan aktivitas perdagangan membuat produksi sampah melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Namun, ia memastikan petugas tetap bekerja sesuai jadwal dan berupaya menjaga kebersihan lingkungan pasar.
Menurutnya, pengelolaan Sampah Pasar Kranggot tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan. Ia meminta pedagang dan pengunjung untuk disiplin membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. DLH juga berencana memperkuat sosialisasi serta menambah kontainer di beberapa titik strategis guna mencegah penumpukan.
Selain itu, DLH akan berkoordinasi dengan pengelola pasar untuk menata ulang sistem pembuangan sementara agar proses pengangkutan berjalan lebih efisien. Pemerintah kota juga mengkaji kemungkinan penerapan sanksi bagi pihak yang membuang sampah sembarangan.
Warga berharap pemerintah segera menuntaskan persoalan ini agar aktivitas ekonomi tetap berjalan nyaman dan sehat. DLH menegaskan komitmennya untuk menjaga kebersihan pasar sebagai ruang publik yang vital bagi masyarakat Cilegon. Dengan kerja sama semua pihak, kondisi pasar diharapkan kembali bersih dan tertata.