Sabtu, 2 Mei 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Hijau KitaHijau Kita
Hijau Kita - Your source for the latest articles and insights
Beranda Berita Uang Pensiunan Raib Puluhan Juta, Seorang Ibu di K...
Berita

Uang Pensiunan Raib Puluhan Juta, Seorang Ibu di Kota Cilegon Diduga Jadi Korban Penipuan Modus ATM Tersangkut

Majalah Cilegon — Seorang ibu rumah tangga di Kota Cilegon mengalami nasib nahas setelah uang pensiunan yang disimpannya raib hingga puluhan juta

Uang Pensiunan Raib Puluhan Juta, Seorang Ibu di Kota Cilegon Diduga Jadi Korban Penipuan Modus ATM Tersangkut

Majalah Cilegon Seorang ibu rumah tangga di Kota Cilegon mengalami nasib nahas setelah uang pensiunan yang disimpannya raib hingga puluhan juta rupiah. Ia diduga menjadi korban penipuan dengan modus kartu ATM tersangkut di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu mesin ATM yang berada di area minimarket Indomaret Perumahan Bumi Rakata Asri, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, pada Rabu sore (16/10/2025).

Anak korban, Meli, menuturkan bahwa kejadian bermula ketika ibunya berencana mengecek saldo rekening sambil berbelanja kebutuhan rumah tangga untuk cucunya sekitar pukul 17.00 hingga 17.30 WIB.

“Mama cuma mau cek saldo sekalian jajanin cucu di Indomaret. Pas masukin kartu, ternyata kartu ATM-nya malah tersangkut dan enggak bisa keluar,” ujar Meli saat ditemui di kediamannya, Rabu (5/11/2025).

Pelaku Berpura-pura Menolong

Dalam kondisi panik dan bingung, korban tiba-tiba didatangi oleh seorang pria tidak dikenal yang seolah-olah berniat membantu.

“Dia bilang, ‘itu ketelan Bu, coba masukin PIN biar keluar’. Karena panik, mama ikuti saja. Pelakunya sopan banget, kelihatannya kayak warga sekitar,” kata Meli.

Namun siapa sangka, “bantuan” tersebut justru menjadi awal hilangnya uang milik korban. Dari hasil rekaman CCTV yang kemudian diperiksa, terlihat pria tersebut berpura-pura jongkok di depan mesin ATM sambil memperhatikan gerakan tangan korban. Diduga, ia berusaha mencuri pandang untuk mengetahui PIN ATM korban.

“Mama sudah coba nutupin PIN pakai tangan, tapi ternyata di CCTV kelihatan pelaku posisi jongkok pas mama pencet PIN. Jadi kemungkinan dia bisa lihat dari sisi bawah,” jelas Meli.

Saldo Raib Setelah Pelaku Pergi

Tak lama setelah kartu ATM tidak juga keluar, pelaku berpura-pura menelpon petugas bank lalu pergi meninggalkan lokasi. Korban yang kebingungan akhirnya memutuskan untuk pulang dan berencana mengecek keesokan harinya ke kantor bank.
Namun, betapa terkejutnya keluarga ketika mendapati saldo di rekening sudah berkurang drastis — tersisa hanya beberapa ribu rupiah.

“Total uang yang hilang hampir Rp 24 juta, itu uang pensiunan bapak yang mama simpan buat kebutuhan sehari-hari,” kata Meli lirih.

Polisi Dalami Kasus, Warga Diimbau Waspada

Kepolisian Sektor (Polsek) Cilegon yang menerima laporan dari pihak keluarga segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa rekaman CCTV dari minimarket.
Kapolsek Cilegon, Kompol Rahman, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Kami sudah mengamankan rekaman CCTV dan memeriksa beberapa saksi. Dugaan sementara, korban menjadi sasaran penipuan dengan modus klasik ‘ATM tersangkut’. Pelaku memanfaatkan kepanikan korban untuk mengetahui PIN dan menukar kartu dengan yang palsu,” jelas Rahman.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan transaksi di mesin ATM, terutama di tempat umum seperti minimarket atau SPBU.

“Jangan mudah menerima bantuan dari orang tidak dikenal, apalagi diminta memasukkan PIN. Jika ATM bermasalah, segera hubungi call center resmi bank atau petugas keamanan setempat,” imbaunya.

Edukasi Digital dan Keamanan Perbankan Didorong

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan perbankan bermodus “skimming” dan “penipuan kartu tersangkut” yang kerap menimpa masyarakat, khususnya lansia atau nasabah yang kurang familiar dengan teknologi digital.
Pihak kepolisian bersama bank-bank di wilayah Cilegon berencana menggelar sosialisasi terkait keamanan bertransaksi digital dan pencegahan kejahatan siber perbankan agar kasus serupa tidak terulang.

“Kami ingin masyarakat makin sadar bahwa keamanan rekening itu tanggung jawab bersama. Jangan panik, jangan percaya orang asing di ATM,” pungkas Kapolsek.

Baca Juga: Nada Merdu Juli